Foodies

Mulai Gandeng Online Food Delivery Dan NGO Pemerhati Lingkungan


Di tahun ini, JEF juga menggandeng GrabFood sebagai partner, terutama karena perubahan lansekap bisnis para foodpreneur kelas kecil hingga menengah. Nantinya, GrabFood akan berbagi trik untuk meningkatkan pemasukan bisnis dan optimalisasi penggunaan media sosial sebagai salah satu marketing tool.

“Acara ini bukan sekadar food bazaar. Dengan lebih dari 40 pengisi acara dan beragam topik, kami ingin mengedukasi publik tentang spektrum luas di balik santapan yang sehari-hari kita nikmati,” jelas Ade Putri, Content Director JEF.

Ade Putri – Content Director JEF
Image: www.jilf.id

Tak sekedar bersenang-senang, JEF juga sudah berani mengambil langkah untuk membuat acara yang lebih ramah lingkungan. “Kami juga sadar betapa besar peran industri pangan pada lingkungan hidup, utamanya perihal waste. Kami ingin mengajak pengunjung untuk lebih bijak dalam penggunaan kemasan sekali pakai, misalnya dengan membawa botol minumnya sendiri. Jangan  khawatir, karena kami akan mempersiapkan water station untuk peserta JEF,” jelas Ira Guntur,
Festival Director JEF.

Langkah ini didukung penuh oleh WWF Indonesia yang memang tengah mengkampanyekan “Beli Yang Baik”. “Segala sesuatu yang kita konsumsi berdampak bagi lingkungan, mulai dari cara produksinya, penggunaannya hingga limbahnya. Oleh karena itu, kampanye ‘Beli Yang Baik’ mengajak konsumen untuk mencermati berbagai aspek dari produk yang dikonsumsi untuk meminimalisir dampak negatifnya terhadap lingkungan”, jelas Dewi Satriani, Manajer Komunikasi Konservasi WWF-Indonesia.

Miranda, Project Manager Local Harvest menerangkan, “Pangan Bijak Nusantara merupakan kampanye publik multi-tahun yang sangat penting mendorong perubahan gaya konsumsi pangan yang signifikan ke arah konsumsi produk pangan yang berasal dari sumber yang etis dan berkelanjutan, melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran konsumen mengenai dampak dari pilihan makanan mereka pada lingkungan, sosial-budaya, dan aspek lainnya.”

Selain booth berisi tenant dengan berbagai varian produk, beragam talk show, workshop, cooking demo, nonton film bareng, hingga molecular gastronomy cooking show jadi salah satu daya tariknya. Apalagi, topik yang ditawarkan memang menarik, seperti diet, inisiasi masak-memasak, skena bir kriya di Indonesia, Ubud sebagai tujuan gastronomi dunia, hingga bagaimana membuat konten serta branding yang baik. Demo-demo masak dari koki tingkat profesional seperti Chef Eddrian Tjhia, Chef Ardika Dwitama, dan Chef Andrian Ishak juga menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta kuliner.

Popular Post